Selasa, 01 November 2011

Eksotika Pantai Selatan Nagekeo

Eksotika pantai selatan

Kecamatan Mauponggo terletak di wilayah pantai selatan dari Kabupaten Nagekeo. Topografi dengan perbukitan yang menjulang tinggi adalah sebuah daya tarik tersendiri. Tak hanya itu, garis pantai yang membujur sepanjang Mauponggo menjadi primadona bagi masyarakatnya. Selain sebagai tempat pencari nafkah bagi kaum nelayan, pantai Mauponggo merupakan salah satu destinasi wisata Kabupaten Nagekeo.






Sebenarnya , bukan niat awal saya untuk “backpacker” dikawasan pantai Mauponggo.Namun, setelah memenuhi undangan Romo Rus di Wolosambi dan menyerahkan sejumlah dokumen hasil liputan, naluri jurnalis saya kembali muncul, siapa tahu ada sesuatu yang bisa diobservasi.  Hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari Wolosambi, saya sudah memasuki Mauponggo. Perut yang mulai keroncong memaksa saya dan seorang sahabat jurnalis saya,Mr. Rowand ,dari salah satu media India, mencari sebuah warung di area pasar.Rupanya, bahasa tubuh sahabat saya lebih tertarik dengan para penjual ikan. Akhirnya kami putuskan membeli seekor ikan segar sebagai menu siang kami. Sempat kaget ketika penjual mengatakan limabelas ribu rupiah untuk ikan seberat 2 kilo yang kami tawar. Cukup murah jika saya membandingkan harga ikan di Mauponggo dengan Mbay-Ibukota Nagekeo.
Sengaja kami memilih sebuah kawasan pantai untuk menjalankan aksi "barbque." Dipantai inilah, mata kami seakan tidak berkedip menatap pecahan ombak di antara bebatuan. Pantai Ena, adalah salah satu lokasi wisata yang mulai digalakan oleh pemerintah Nagekeo.Pasir putihnya yang bersih membuat kami ingin berlama-lama disitu.

Kawasan pantai selatan Mauponggo lebih didominasi oleh bebatuan. Sedikit kearah barat kita akan sampai di Maukeli, sebuah desa kecil yang sangat asri dengan persawahannya. Pantai ditempat ini hampir seluruhnya di dominasi batu –batu karang. Sedikit lagi ke arah barat, terdapat sebuah kawasan air terjun dengan suasananya yang sangat sejuk. Sungguh sebuah perpaduan alam yang sangat sayang untuk dilewatkan. Apalagi, sepanjang jalan terdapat aliran-aliran kali kecil yang begitu menggoda untuk di sentuh.

 Ombak pantai selatan bisa dibilang sedikir “ganas” dibandingkan ombak pantai utara. Cukup sulit bagi saya mencari spot gambar di antara batu-batu karang. Belum lagi cahaya disiang terik yang mengharuskan saya mencari sebuah komposisi yang seimbang. Untungnya, sedikit tertolong dengan filter ND8 dan CPL yang jarang terpakai. Walaupun terasa sedikit memaksakan dengan kondisi peralatan kamera yang belum sempurna, sudah cukup bagi saya mengabadikan sejumlah objek di kawasan pantai selatan Mauponggo.

Referensi bagi anda yang ingin mengunjungi Pantai Mauponggo :

  • Logsitik bisa disiapkan ala kadarnya,karena ikan segar yang murah meriah  dipasar Mauponggo bisa dijadikan lauk istimewa.
  • Tidak membutuhkan banyak biaya transportasi jika anda berkunjung dari Bajawa atau Mbay. Sekedar referensi : saya berangkat dari Mbay menggunakan motor 2 tak 135 cc, dengan mengisi bensin Rp.30.000 (PP). Oli pelumas 2T 1 kaleng(untuk PP hanya menghabiskan setengah tanki oli). Kecepatan rata-rata 80km/jam dengan lama temupuh kurang dari 2 jam.
  • Kondisi jalan hotmix,sebagian masih dalam perbaikan.
  • Biaya trasnpot kendaraan umum dari Mbay-ibukota Nagekeo Rp.35.000 – Rp.40.000
  • Terdapat sejumlah pondok tempat berteduh di kawasan pantai Ena.
  • Ada sekitar tiga buah warung kecil di kawasan pasar yang dibuka sejak jam 8 pagi sampai jam 5 sore. 
 
  Bersama Mr.Rowand

4 komentar:

  1. pantai masih jadi daya tarik terbesar untuk saya.
    nice pictures om ...

    BalasHapus
  2. Paman.....suguhan yang menarik, menu yang lezat dipandang...sungguh sesuatu yang luar biasa, indah dan ajaib yang tak pernah kita sadari ada di sekitar kita........Pantai Ena, tempat dimana dulu saya sering bermain, memandikan kerbau, kuda di lautnya, mengejar kepiting di pasir pantai, memancing ikan sambil bernaung dibawah gua batu karang...............
    Tks paman sudah membuatku kembali mengenang masa-masa di Pantai Ena.....
    Saran untuk ritual adat, kalau bisa dibuat secara berurutan sejak acara awal (ritualnya bagaimana, alat apa saja yang dipakai, kata2 adatnya bagaimana)sampai acara penutupan........
    memang agak repot tapi kalau bisa lebih baik kenapa tidak................
    proficiat untuk segala karyanya............Nagekeo Jaya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. makash sdah mampir ya delvis.Nagekeo itu indah,bgtu luas tuk di explore.mkash maasukanx tuk artikel bdaya.bbrpa artikel bdaya memang msh jauh dr kesempurnaan...ckup sulit bg sy dalam wktu sngkat untuk menelusuri jejak sejarhx.bnyak certa dgn versi yg berbeda-beda.saat ini sy lg cb tuk investigsi mngenai sjmlah rtual bdaya.jika ada bbrapa refernsi dr delvis,sy sgta bertrimaksh.ini hax sekmpulan tulisan n photo dr jalan2 kliling nagekeo.

      Hapus
  3. air terjunnya ini di mana abang

    BalasHapus

Silahkan berkomentar